Yayasan AL-Hasra Rilis Berita

Kenal Lebih Dekat dengan Buya Hamka

14 Jan 2026

Humas

14

Buya Hamka merupakan salah satu tokoh besar Islam Indonesia yang kiprahnya melintasi berbagai bidang, mulai dari dakwah, sastra, pendidikan, hingga pemikiran keislaman. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Ia lahir di Maninjau, Sumatera Barat, pada 17 Februari 1908, dari keluarga ulama terpandang. Ayahnya, Haji Rasul, dikenal sebagai pembaharu Islam di Minangkabau, sementara lingkungan keluarganya membentuk Buya Hamka menjadi pribadi yang kuat dalam ilmu dan akhlak.

Meski tidak menempuh pendidikan formal yang tinggi, Buya Hamka dikenal sebagai sosok yang gemar belajar secara mandiri. Ia banyak membaca, menulis, dan berdiskusi, sehingga wawasannya luas dan pemikirannya tajam. Semangat belajar sepanjang hayat inilah yang menjadikannya ulama besar sekaligus intelektual Muslim yang disegani, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia Islam.

Buya Hamka juga dikenal sebagai sastrawan produktif. Karya-karyanya seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan Merantau ke Deli bukan hanya karya sastra, tetapi juga sarat dengan nilai moral, keislaman, dan kemanusiaan. Melalui tulisan, ia berdakwah dengan cara yang halus, menyentuh hati, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Di bidang keilmuan Islam, Buya Hamka meninggalkan warisan besar melalui karya monumental Tafsir Al-Azhar. Tafsir ini ditulis dengan bahasa yang lugas dan kontekstual, sehingga mampu menjembatani ajaran Al-Qur’an dengan realitas kehidupan masyarakat. Pemikirannya menekankan keseimbangan antara akidah, akhlak, dan amal, serta pentingnya menjadikan Islam sebagai pedoman hidup yang membebaskan dan mencerahkan.

Salah satu teladan terbesar dari Buya Hamka adalah kelapangan hati dan keikhlasan. Ketika pernah dipenjara akibat perbedaan pandangan politik, ia justru memanfaatkan masa tersebut untuk menulis dan mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan, setelah bebas, Buya Hamka memaafkan pihak-pihak yang pernah menyakitinya. Sikap ini menunjukkan keteguhan iman dan kemuliaan akhlak yang patut diteladani.

Mengenal Buya Hamka bukan hanya mengenal seorang tokoh, tetapi juga mempelajari nilai-nilai keteladanan tentang keilmuan, kesabaran, keikhlasan, dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran. Warisan pemikiran dan akhlaknya tetap relevan hingga hari ini, menjadi inspirasi bagi generasi Muslim untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi umat dan bangsa.


Rilis

Berita

Sedekahmu Pasti Allah Ganti

09 Jan 2026

Humas

24