Dalam kehidupan, banyak orang menginginkan hasil yang baik tanpa menyadari bahwa setiap kebaikan membutuhkan proses. Kita ingin menjadi pribadi yang berilmu, sabar, dan berakhlak mulia, namun lupa bahwa semua itu tidak hadir secara instan. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu perlu dilatih dan dibiasakan.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah yang dinukil oleh Khatib Al-Baghdadi:
“Sesungguhnya ilmu itu dengan belajar, hilm (sabar) itu dengan berlatih. Dan barangsiapa mencari kebenaran maka Allah akan memberinya, dan barangsiapa menjaga diri dari kejelekan maka Allah akan menjaganya.”
Kutipan ini menegaskan bahwa ilmu tidak akan datang tanpa kesungguhan dalam belajar. Seseorang tidak akan menjadi berilmu hanya dengan keinginan, tetapi dengan usaha yang terus menerus. Begitu pula dengan sabar. Ia bukan sifat bawaan semata, melainkan hasil dari latihan menahan diri, mengendalikan emosi, dan membiasakan sikap tenang dalam berbagai keadaan.
Lebih dari itu, kutipan ini juga mengajarkan tentang arah hidup. Ketika seseorang dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran, Allah akan membukakan jalan dan memberinya petunjuk. Sebaliknya, ketika seseorang berusaha menjaga diri dari perbuatan buruk, Allah akan menjaga dan melindunginya dari hal-hal yang dapat merusak diri dan akhlaknya.
Dalam dunia pendidikan, pesan ini sangat relevan. Proses belajar bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter. Disiplin, kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab tidak tumbuh dalam satu hari, melainkan melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Maka, jangan lelah untuk terus berlatih dan membiasakan diri dalam kebaikan. Karena setiap usaha yang dilakukan dengan niat yang benar akan membuahkan hasil. Ilmu akan tumbuh bersama belajar, kesabaran akan menguat bersama latihan, dan kebaikan akan terjaga bersama kesungguhan menjaga diri.