Sobat Al-Hasra, pernah nggak sih, baru aja selesai makan tapi perut rasanya masih kosong? Atau udah makan banyak, tapi sejam kemudian malah kepikiran ngemil lagi? Kalau iya, jangan langsung menyalahkan diri sendiri, karena ternyata ada alasan ilmiah di balik fenomena ini. Yuk, kita bongkar kenapa rasa lapar bisa datang padahal baru saja makan!
1. Jenis Makanan yang Dikonsumsi Tidak Mengenyangkan
Bukan hanya soal porsi, tapi juga jenis makanan yang kita konsumsi. Nasi putih, roti tawar, atau makanan manis memang bisa memberikan energi dengan cepat, tapi juga lebih cepat dicerna sehingga rasa lapar datang lagi dalam waktu singkat (Harvard T.H. Chan, 2020). Agar perut terasa kenyang lebih lama, pilihlah makanan yang kaya serat dan protein, seperti nasi merah, sayuran, telur, atau ikan. Selain lebih bergizi, makanan ini juga lebih lama dicerna oleh tubuh.
2. Lonjakan dan Penurunan Gula Darah
Makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Sayangnya, tubuh merespons dengan memproduksi insulin dalam jumlah besar, sehingga gula darah turun drastis dan memicu rasa lapar kembali (Mayo Clinic, 2021). Supaya energi lebih stabil, ada baiknya memilih karbohidrat kompleks seperti ubi, oat, atau quinoa yang dicerna lebih lambat dan tidak membuat gula darah naik-turun secara drastis.
3. Kurang Minum Air
Kadang, rasa lapar yang muncul sebenarnya bukan karena tubuh butuh makanan, melainkan karena dehidrasi. Otak sering kali salah mengartikan sinyal haus sebagai rasa lapar, sehingga kita justru mencari camilan padahal yang dibutuhkan hanya segelas air (WebMD, 2022). Jika merasa lapar tak lama setelah makan, cobalah minum air terlebih dahulu. Jika setelah beberapa menit rasa lapar masih ada, barulah cari makanan ringan yang sehat.
4. Kurang Tidur
Tidur yang cukup ternyata berperan besar dalam mengatur nafsu makan. Saat kurang tidur, hormon ghrelin (pemicu lapar) meningkat, sementara hormon leptin (pengendali rasa kenyang) menurun. Akibatnya, kita merasa lebih sering lapar meskipun sudah makan dengan cukup (National Sleep Foundation, 2023). Maka dari itu, menjaga kualitas tidur setidaknya 7–9 jam per malam dapat membantu tubuh mengatur rasa lapar dengan lebih baik.
5. Makan Terlalu Cepat
Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyadari bahwa perut sudah kenyang. Jika makan terlalu cepat, tubuh belum sempat mengirim sinyal kenyang, sehingga kita cenderung merasa lapar lebih lama meskipun sudah mengonsumsi cukup makanan (Harvard Medical School, 2022). Oleh karena itu, cobalah untuk menikmati makanan dengan perlahan, mengunyah dengan baik, dan memberi jeda antar suapan agar tubuh punya waktu untuk merespons.
6. Faktor Psikologis dan Kebiasaan
Kadang, rasa lapar bukan berasal dari tubuh, melainkan dari pikiran. Misalnya, terbiasa ngemil saat menonton film, mengalami stres yang memicu emotional eating, atau sekadar tergoda melihat foto makanan di media sosial (American Psychological Association, 2023). Sebelum langsung mengambil camilan, coba tanyakan pada diri sendiri: apakah ini lapar yang sebenarnya, atau hanya karena kebiasaan? Jika jawabannya yang kedua, alihkan perhatian dengan aktivitas lain, seperti berjalan-jalan sebentar atau minum teh hangat.
Ternyata, memahami rasa lapar bukan sekadar soal makan banyak atau sedikit, tapi juga soal bagaimana makanan bekerja dalam tubuh kita. Nah, kalau Sobat Al-Hasra ingin mendalami lebih jauh tentang dunia kuliner, mulai dari nutrisi, teknik memasak, hingga penyajian yang estetis, jurusan Kuliner di SMK Al-Hasra bisa menjadi pilihan yang menarik!
Sering merasa lapar setelah makan bukan berarti tubuh mengalami gangguan, tapi bisa jadi karena pola makan dan gaya hidup yang belum seimbang. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi rasa lapar, kita bisa mengatur pola makan yang lebih sehat dan menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Nah, setelah tahu alasan ilmiahnya, MinRa mau tanya nih, Sobat Al-Hasra paling sering mengalami yang nomor berapa? Atau ada trik lain yang kalian gunakan untuk mengatasi rasa lapar? Bagikan di kolom komentar, ya!